Konversi Credit

Hitung berapa ECTS mata kuliahmu bernilai di Eropa, dan berapa SKS kredit luar negerimu bernilai saat pulang.

45 jam
beban belajar 1 SKS
25-30 jam
beban belajar 1 ECTS
60 ECTS
beban satu tahun
1,5x
kurs SKS ke ECTS

Nggak tahu angkanya? Biarkan di 30 jam, angka yang dipakai UGM dan mayoritas kampus Indonesia.

Mata kuliah dan SKS-nya

Total

8 SKS = 12 ECTS

Dibanding beban satu semester penuh (30 ECTS) 40%

Rumusnya cuma satu baris

SKS dan ECTS sama-sama mengukur jam belajar: kelas, tugas, dan belajar mandiri.

Langkah 1

1 SKS = 45 jam

Ketentuan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.

Langkah 2

1 ECTS = 25 sampai 30 jam

Berbeda tiap negara. Kalau belum tahu angka kampus tujuan, pakai 30 jam.

Langkah 3

Bagi saja

3 SKS x 45 jam = 135 jam. Dibagi 30 jam per ECTS, hasilnya 4,5 ECTS.

Jam per 1 ECTS Contoh negara 3 SKS jadi
25 jam Austria, Spanyol, Italia 5,4 ECTS
27 jam Finlandia 5 ECTS
28 jam Belanda, Portugal 4,8 ECTS
30 jam Jerman, Belgia, Hongaria, Swedia 4,5 ECTS

Kurs lengkap antar sistem kredit

Kurs resmi UMAP Credit Transfer System (UCTS), basis 45 jam beban belajar.

Wilayah Sistem Setara SKS Setara ECTS Catatan
Indonesia 1 SKS 1 1,5 Basis hitungan: 45 jam per semester
Asia 1 credit 1 1,5 Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, Malaysia
Amerika Serikat 1 semester credit 1 1,5 Sebagian kampus Eropa pakai 1 credit = 2 ECTS
Eropa 1 ECTS 0,67 1 Standar di 49 negara kawasan EHEA
Inggris 1 CATS 0,33 0,5 120 CATS setara 60 ECTS per tahun
Australia 1 credit point 0,4 0,6 Sebagian kampus pakai 48 point = 60 ECTS

Catatan kurs

Untuk Eropa dan Inggris angkanya konsisten. Untuk Amerika Serikat dan Australia sering berbeda: banyak kampus Eropa menghitung 1 semester credit Amerika sebagai 2 ECTS, dan 48 credit point Australia sebagai 60 ECTS. Kalau kredit asalmu bukan dari Eropa, minta tabel konversi resmi kampus tujuan.

Ijazahmu bernilai berapa ECTS?

Biasanya masih kurang

D3 Ahli Madya

108 SKS

sekitar 162 ECTS

Bachelor Eropa: 180 ECTS

Banyak kampus minta jembatan berupa ekstensi S1 atau pre-master. Tanyakan sebelum daftar.

Aman, bahkan lebih

S1 Sarjana

144 SKS

sekitar 216 ECTS

Bachelor Eropa: 180 ECTS

Secara beban belajar, kamu 36 ECTS di atas lulusan bachelor tiga tahun Eropa.

Tergantung program

S2 Magister

36 SKS

sekitar 54 ECTS

Master Eropa: 60 sampai 120 ECTS

Master Eropa dua tahun bernilai 120 ECTS. Kalau kamu mau lanjut PhD di Eropa dengan bekal S2 Indonesia, siapkan penjelasan soal beban riset dan tesis.

Angka SKS di atas memakai beban minimum yang lazim di Indonesia. Kalau kurikulum prodimu berbeda, ganti angkanya di konverter.

Berkas yang harus kamu siapkan

1. Learning agreement

Daftar mata kuliah yang akan kamu ambil di kampus tujuan, ditandatangani Kaprodi sebelum kamu berangkat.

2. Transkrip resmi kampus tujuan

Diterbitkan setelah program selesai. Pastikan nama mata kuliah dan jumlah ECTS-nya persis sama dengan yang ada di learning agreement.

3. Silabus setiap mata kuliah

Prodi butuh silabus untuk menilai kesetaraan materi, bukan cuma jumlah kreditnya. Unduh selagi kamu masih punya akses ke portal kampus tujuan.

4. Surat pernyataan credit transfer

Dipakai kalau kamu hanya mau mentransfer sebagian mata kuliah, bukan semuanya.

5. Laporan atau testimoni program

Format bebas di banyak kampus, tapi tetap wajib dikumpulkan sebagai syarat administrasi.

6. Naskah tesis

Khusus program dual degree yang menghasilkan tesis di kampus mitra.

Urutannya penting

Learning agreement harus ditandatangani sebelum kamu berangkat. Kalau baru diurus setelah pulang, kampus asal berhak menolak mengakui mata kuliah yang sudah kamu ambil.

Pertanyaan yang sering masuk

+ Kenapa hasil di sini beda sedikit dengan hitungan kampusku?

Karena tidak ada satu kurs tunggal yang berlaku global. Kurs 1 ECTS = 0,67 SKS itu standar UCTS yang dipakai UGM dan banyak kampus Indonesia lain. Tapi kampus tujuanmu di Eropa bisa saja pakai basis 25 jam per ECTS, bukan 30. Selisihnya kecil untuk satu mata kuliah, tapi terasa kalau kamu menghitung satu tahun penuh. Yang mengikat selalu angka resmi dari kampus, bukan angka dari kalkulator mana pun.

+ Boleh nggak aku pakai angka ini di formulir aplikasi?

Boleh untuk mengisi estimasi dan untuk menyiapkan diri, misalnya saat kamu mau tahu apakah bekal kreditmu cukup. Jangan dipakai untuk klaim resmi. Kalau formulir minta angka pasti, minta surat keterangan konversi dari bagian akademik kampusmu.

+ Kampus tujuanku minta 180 ECTS. S1-ku 144 SKS. Aman nggak?

Aman. 144 SKS setara sekitar 216 ECTS, jauh di atas 180. Kekhawatiran soal S1 empat tahun versus bachelor tiga tahun itu biasanya salah arah. Yang lebih sering jadi masalah bukan jumlah kredit, tapi kesesuaian bidang dan mata kuliah prasyarat.

+ Nilai atau IPK-ku ikut dikonversi juga?

Tidak otomatis. ECTS mengatur beban belajar, bukan nilai. Untuk nilai, Eropa pakai ECTS grading table yang membandingkan sebaran nilai, bukan rumus tetap seperti A jadi 4,0. Banyak kampus Indonesia mencantumkan mata kuliah transfer di transkrip tanpa mengubah IPK. Tanyakan aturan spesifik prodimu sejak awal.

+ Aku exchange satu semester dan dapat 30 ECTS. Jadi berapa SKS?

30 x 0,67 = 20,1, dibulatkan jadi sekitar 20 SKS. Perlu dicatat, pembulatan dilakukan per mata kuliah, bukan di total akhir, jadi hasil akhirmu bisa bergeser satu atau dua SKS. Pakai tab kedua di konverter untuk menghitungnya per mata kuliah.

+ Kampus tujuanku pakai sistem trimester atau quarter. Gimana?

Prinsipnya tetap sama: cari tahu berapa jam beban belajar per satu kredit di sana, lalu bagi 45. Kalau angka jamnya tidak tercantum di course catalogue, email langsung ke international office kampus tujuan. Mereka terbiasa menjawab pertanyaan ini.

Masih bingung harus mulai dari mana?

Kurs konversi mengikuti UMAP Credit Transfer System sebagaimana dipublikasikan Global Relations and Mobility Office FEB UGM, dan beban belajar SKS mengikuti Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Data diperbarui Agustus 2026. Aturan tiap kampus bisa berbeda, jadi selalu konfirmasi ke bagian akademik prodimu dan international office kampus tujuan sebelum mengambil keputusan.